Jejak Ritel Kecil Dipagari Dominasi Pemain Besar

JAKARTA – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta periode 2017–2022 melahirkan sebuah konsep gagasan One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) yang bertujuan merangsang tumbuhnya geliat ekonomi masyarakat Jakarta. Si pengusung gagasan, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, meyakinkan OK OCE akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian warga.

Pilkada DKI Jakarta pada akhirnya melahirkan pemimpin baru yang diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi warganya, yakni pasangan Anies-Sandi. Tak menunggu lama, janji kampanye pun direalisasikan. Salah satunya dengan mendirikan gerai OK OCE Mart yang tak lain bagian dari konsep OK OCE itu sendiri.

Satu persatu gerai OK OCE Mart mulai bermunculan di Ibu Kota. Kemunculan OK OCE Mart pertama kali ada di Jalan Cikajang, Jakarta Selatan. Bersebelahan dengan kantor pengusaha Alex Asmasoebrata, sekaligus salah satu bos OK OCE.

Namun sayang, ibarat kembang yang layu sebelum berkembang, minimarket OK OCE yang belum seumur jagung justru memasuki masa suram. Beberapa gerai ditutup, seperti OK OCE Mart di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan.

Sandi berkilah OK OCE Mart di Kalibata bukan tutup, melainkan pindah tempat karena harga sewa yang mahal. Sedangkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap wajar bila ada gerai OK OCE Mart yang tutup karena program tersebut baru berjalan.

“Usaha online juga banyak yang tutup dan banyak yang buka. Usaha ya, usaha saja, mengikuti nature bisnis,” kata dia.

Tutupnya beberapa gerai OK OCE Mart tak ditampik Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO). Mereka menyebutkan tengah mencari cara untuk menjaga eksistensi usaha dengan merek ini. Pembenahan, dengan mengedukasi para anggota OK OCE Mart tentang pengelolaan bisnis ritel, itu satu cara yang dipilih.

“Kami rengkuh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya untuk memberikan edukasi manajemen ritel,” kata Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya kepada Validnews, Rabu (12/12).

Dua hal yang disasar PGO dengan kerja sama ini. Yakni, agar suplai barang ke tiap gerai berjalan dengan baik, lalu mendapatkan konsep manajemen ritel yang matang dari Pasar Jaya.

“Alasannya, dari segi keahlian manajemen tidak ada. Dari segi koneksi juga kita belum punya. Artinya, saat itu kita tidak memiliki pemahaman soal bisnis ritel,” kata Faransyah.

Alasan lainnya, saat menjalankan bisnis ini, Faransyah menyadari bahwa bisnis ritel modern harus bersaing dengan usaha sejenis. Seperti bersaing dengan pemain lama yakni Indomaret maupun Alfamart. Juga pemain minimarket lain yang dibentuk oleh perusahaan ritel besar, seperti Yomart dan Ceriamart.

Bukan Tujuan Utama

Faransyah mengungkapkan, konsep awal program OK OCE bukanlah membuka OK OCE Mart. Tujuan awal program ini adalah membina keahlian para anggotanya dalam bidang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tiap individu dibina untuk bisa menghasilkan produk.

Namun, produk yang dihasilkan tetap butuh sarana pemasaran. Makanya, mereka sepakat untuk membuka OK OCE Mart. Ritel inilah yang akan menampung seluruh produk hasil dari pelatihan itu. Oleh sebab itu, OK OCE Mart didirikan karena memiliki lebih dari 60.000 anggota.

“Nah, karena tidak paham di awal, dan ada tempat orang mengajukan, kami buat minimarket. Dua tempat yang tutup ini memang karena kontraknya habis,” lanjut Faransyah.

Dia melanjutkan, setelah belajar dengan Pasar Jaya, PGO mengganti nama OK OCE Mart menjadi Gerai OK OCE. Setiap gerai yang dioperasikan, PGO bekerja sama dengan Pasar Jaya. Tapi, tetap ada para relawan Anies-Sandi menjalankan OK OCE Mart.

Menurut Faransyah, sejauh ini setelah berganti nama menjadi Gerai OK OCE, mereka telah memiliki 14 toko. Pengelolaan belasan toko ini dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Faransyah, tiap gerai yang dibuka, modal yang dibenamkan akan cepat balik, tak perlu menunggu bertahun-tahun. Hanya butuh waktu antara 9 hingga 18 bulan saja.

Waktu balik modal yang singkat itu, lanjut Faransyah, tergantung berapa jumlah pengunjung per hari. Ditambah luas gerai. Minimal gerai seluas 75 meter persegi sampai 200 meter persegi.

“Itu semua ada perhitungannya dan berbeda-beda waktu balik modalnya,” tambah Faransyah.

Dia melanjutkan, omzet rata-rata minimarket OK OCE Mart kini mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per hari. Omzet tertinggi rata-rata OK OCE Mart, baik mart maupun gerai adalah Rp3 juta. Angka tertinggi ini diperoleh oleh Gerai Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara, omzet terendah dari rata-rata OK OCE Mart adalah Rp1 juta. Namun, angka tersebut diambil dari rata-rata seluruh gerai yang ada. Dia pun memperkirakan untuk yang di Kalibata beromzet Rp1 juta per hari.

Hanya saja, dengan omzet sejuta hingga Rp3 juta, OK OCE Mart yang berada di Kalibata tetap sulit untuk bertahan. Sebab, omzet tersebut tak dapat menutup biaya sewa. Beda halnya dengan OK OCE Mart yang berupa gerai, biasanya dia berdiri di lahan sendiri sehingga tidak kena biaya sewa.

“Karena kalau nyewa memang omzet mereka kan rata-rata Rp1 hingga Rp3 juta sehari, dengan asumsi untungnya 10–15% memang rada mepet sampai buat keluarin biaya sewa,” lanjut Faransyah.

Tak hanya OK OCE Mart dan Gerai OK OCE saja bisnis ritel modern yang lahir dari perkumpulan. Hal serupa terjadi pada gerai 212 Mart. Bisnis ritel skala kecil ini muncul setelah aksi 212 pada 2016 silam di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

General Manajer Unit Pengembangan Bisnis Retail Koperasi Syariah 212, Han Anwar mengatakan, terbentuknya 212 Mart berawal dari Aksi Bela Islam yang terjadi pada 2 Desember 2016 lalu. Setelah gerakan itu, para ulama sepakat agar gerakan ini terus dikawal supaya tidak langsung dilupakan begitu saja bagi jemaah yang hadir.

“Awalnya koperasi, kami beri nama Koperasi 212. Nah, yang namanya koperasi harus ada usahanya, dibuatlah minimarket yaitu 212 Mart,” kata pria yang akrab disapa Han-han kepada Validnews, Rabu (12/12).

Han-han mengaku modal awal membangun 212 Mart ini adalah dari hasil patungan umat Islam. Dana patungan tersebut lalu dipakai membangun minimarket di suatu tempat. Sejak pertama berdiri hingga saat ini, 212 Mart sudah ada sekitar 207 outlet yang tersebar di 16 provinsi.

Han-han juga menjelaskan tentang konsep dan bentuk kerja sama 212 Mart. Untuk mendirikan 212 Mart diperlukan setidaknya 100 anggota koperasi dari komunitas Koperasi Syariah 212 di suatu wilayah. Nantinya anggota koperasi akan menjadi pemilik sekaligus pembeli loyal bagi 212 Mart yang didirikan.

“Jadi tidak ada yang dimiliki oleh pribadi. Semuanya itu dimiliki oleh jemaah,” lanjutnya.

Bentuk koperasi dipilih agar nantinya minimarket dimiliki oleh banyak anggota. Selain menjadi peritel, konsep 212 Mart untuk mendukung toko atau warung di sekitar lokasi untuk diberikan harga khusus dengan jumlah pembelian minimal tertentu.

“Konsepnya adalah jamah yang mendirikan minimarket mereka juga sebagai konsumen. Mereka sebagai pemilik mereka pembeli,” ucap Han-han.

Dikatakannya, 212 Mart yang menawarkan belanja halal diharapkan layak secara bisnis dan berkah bagi lingkungan sekitar. Selain keuntungan yang bisa dinikmati anggota koperasi dalam bentuk pembagian hasil usaha, 212 Mart juga memberikan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat duafa sekitar.

“Kalau keuntungan itu dibagi-bagi saja. Berapa nilai investasi nya,” lanjutnya.

Dalam sehari omzet yang diperoleh 212 Mart bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp15 juta rupiah. Tapi sayangnya beberapa hari belakangan, omzet penjualan menurun hal itu dikarenakan banyaknya pengelola outlet yang tidak konsisten menerapkan cara yang sudah diajarkan sebelumnya.

“Memang ada beberapa outlet yang mengalami kerugian. Tapi ini merupakan satu pembelajaran juga kepada investor bahwa bagaimana bisnis ini bertahan dia harus belanja. Itu tidak ada pilihan,” jelasnya.

Untuk suplai barang, Han-han mengatakan bisa didapat dari sebuah perusahaan ritel yang sudah bekerja sama dengan koperasi 212 Mart. Namun demikian, sampai saat ini belum ada investor yang berani menjamin pasokan barang yang akan dijual.

“Investor hanya memberikan pengalaman mengelola bisnis saja,” tegasnya.

Pemain Besar
Perkembangan bisnis ritel juga dirasakan pemain besar, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Kedua perseroan terus mengembangkan bisnis ritel ini baik dari jumlah gerai maupun keuntungan yang diperoleh.

Pada 2018 ini Alfamart berencana membuka 800 toko baru. Rinciannya, 150 toko waralaba dan 650 toko regional. Target ini lebih rendah dibanding 2017 lalu yang berjumlah 1.011 toko baru. Gerai baru di beberapa wilayah Indonesia utamanya Pulau Jawa dan Timur Indonesia. Padahal, di tahun 2017 lalu, Alfamart telah memiliki 13.477 unit.

Bisa saja, gerai baru Alfamart ini berdiri sesuai target. Sebab, untuk mendirikan toko waralaba Alfamart sangatlah mudah. Ketentuannya adalah para mitra berkewarganegaraan Indonesia, memiliki badan usaha, sudah atau akan memiliki lokasi usaha, memenuhi persyaratan perizinan, dan bersedia mengikuti sistem dan prosedur yang berlaku di Alfamart.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin mengatakan, masyarakat yang ingin bermitra dengan Alfamart harus setor Rp300–Rp500 juta. Dana tersebut belum termasuk lahan yang nantinya akan dijadikan gerai Alfamart.

Besaran investasi ini telah mencakup biaya waralaba fee senilai Rp45 juta selama lima tahun, instalasi listrik, peralatan gerai, AC, komputer kasir, Shop Sign, dan Sign Polre, perijinan gerai, sistem informasi ritel, serta promosi dan persiapan pembukaan gerai.

Setelah gerai beroperasi, Alfamart akan mengenakan biaya royalti kepada para pewaralaba. Royalti yang dibayarkan ke Alfamart dihitung secara progresif, tergantung dari jumlah penjualan bersih bulanan toko yang bersangkutan dan belum termasuk pajak.

“Royalti tiap bulan, ada persentasenya. Omzetnya Rp0–150 juta. Kalau omzetnya cuma Rp150 juta sebulan enggak usah bayar (royalti),” kata Solihin saat memaparkan kinerja perusahaan pertengahan 2018.

Bila penghasilan dalam satu bulannya hingga Rp175 juta, akan dikenalan royalti sebesar 1%. Kemudian, jika omzetnya Rp175 juta sampai Rp200 juta akan dikenai royalti 2%. Selanjutnya, jika penghasilan bersih Rp200 sampai Rp250 juta akan dikenakan royalti 3%. Terakhir, jika penghasilan diatas Rp250 juta akan dikenakan royalti 4%.

Indomaret pun terus mengembangkan toko miliknya. Dilansir dari indomaret.co.id, hingga November 2018, Indomaret memiliki 15.892 gerai. Target penambahan gerai pada tahun ini saja 1.000 dan baru terealisasi 60% Indomaret. Sisanya, merupakan gerai yang berdiri karena bermitra dengan masyarakat.

Tiap gerai menyediakan lebih dari 5.000 produk makanan, non makanan, general merchandise dan fresh product dengan harga murah. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.

Sama dengan Alfamart. Untuk bermitra dengan Indomaret, para pengusaha harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, berwarga negara Indonesia. Menyediakan lokasi tempat usaha di area komersial dengan luas ideal 120–299 meter persegi. Memiliki kelengkapan perizinan toko.

Hal terpenting yakni, calon mitra menyediakan dana investasi dengan nilai Rp394 juta dan fresh product dengan harga murah. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.

Tidak Mudah
Terpisah, Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta menuturkan, seluruh masyarakat berpeluang untuk berkecimpung di dunia ritel. Asalkan dapat memenuhi hukum dagang. Misalnya, seluruh kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

“Konsumen menginginkan harga dan kualitas yang terbaik,” tutur Tutum.

Memang, kata dia, menjalankan bisnis ritel bukanlah hal yang mudah. Apalagi, ritel skala kecil. Sebab, barang dagangan yang dijual sama dengan toko waralaba besar lainnya. Karena, tiap toko menjual barang yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

“Kecuali barang yang dijual istimewa, jadi bisa mengatur harga sendiri,” lanjutnya.

Dia mencontohkan, beberapa pendatang baru di dunia ritel seperti Mart atau Gerai tak bertahan lama. Buktinya, beberapa gerai OK OCE Mart tutup. Untuk memastikan penyebabnya, pihak manajemen perlu melakukan evaluasi secara mendalam.

Bisa saja, penyebab tutupnya gerai OK OCE Mart itu disebabkan oleh hukum dagang yang mereka jalani tidak benar. Koreksi ini juga untuk mengetahui apakah kontinuitas produk, harga, pelayanannya berjalan dengan baik.

“Siapapun orang yang datang misalnya ke Alfamart dan Indomaret karena yang menjual harganya konsisten baik dan dekat dari jangkauan,” ucap dia.

Terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih menilai, lambannya waralaba kecil berkembang dikarenakan bisnis ritel memerlukan modal yang sangat besar. Dia menyebutkan, biaya yang sangat besar diperlukan untuk pengeluaran biaya tetap seperti listrik, dan pegawai.

“Tidak bisa diabaikan kompetisi itu membutuhkan modal,” kata Lana saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (13/12).

Selain itu, kata dia, masyarakat memiliki pandangan yang berbeda saat hendak membeli barang. Umumnya, pembeli lebih tertarik kepada tempat belanja yang penuh dengan barang dagangan. Misalnya, toko waralaba Alfamart ataupun Indomaret.

Prevelensi masyarakat ini, jelas dia, memberikan keuntungan kepada waralaba besar. Karena itu bisnis ritel yang dijalankan oleh Indomaret dan Alfamart dapat tumbuh dengan cepat. Hal ini menjadi hal yang tak mudah bagi waralaba kecil.

“Waralaba kecil barangnya pasti tidak sebanyak waralaba besar. Luas toko membatasi pengusaha waralaba kecil untuk menaruh variasi barang,” jelas dia.

Hal lain yang diamati oleh Lana adalah persoalan kerja sama. Menurutnya waralaba besar telah menjalani kerja sama dengan pabrik induk makanan. Misalnya, Indomaret dengan Indofood yang membuat harga barangnya lebih murah.

“Perang harga ini tidak bisa dimungkiri. Jadinya, minimarket yang memiliki relasi dengan pabrik-pabrik penyuplai barang itu menjadi penting,” lanjutnya.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah bisa saja membuat persaingan usaha ini menjadi sehat. Caranya, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan khusus. Bila tidak, waralaba kecil akan tetap kalah bersaing dengan ritel besar.

“Kalau dianggap kompetisi berarti non-minimarket dan berbagai nama waralaba kecil akan tergerus dan gulung tikar,” tegasnya.

Sedangkan Peneliti Ekonomi Universitas Indonesia, Andi Fahmi mengingatkan secara umum perkembangan bisnis ritel Indonesia memang naik dan turun. Dia menyoroti mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berada di kisaran 5%.

“Di mana pertumbuhan konsumsi rumah tangannya yang menjadi indikator daya beli dari target ritel itu masih naik turun,” tandas dia. (James Manullang, Benny Silalahi)

ARSIP
Scroll to Top
One moment, please...
Loader
Please wait while your request is being verified...
news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

TOTOMACAU

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

article 68666669941

article 68666669942

article 68666669943

article 68666669944

article 68666669945

article 68666669946

article 68666669947

article 68666669948

article 68666669949

article 68666669950

article 68666669951

article 68666669952

article 68666669953

article 68666669954

article 68666669955

article 68666669956

article 68666669957

article 68666669958

article 68666669959

article 68666669960

article 68666669961

article 68666669962

article 68666669963

article 68666669964

article 68666669965

article 68666669966

article 68666669967

article 68666669968

article 68666669969

article 68666669970

article 68666669971

article 68666669972

article 68666669973

article 68666669974

article 68666669975

article 68666669976

article 68666669977

article 68666669978

article 68666669979

article 68666669980

article 68666669981

article 68666669982

article 68666669983

article 68666669984

article 68666669985

article 68666669986

article 68666669987

article 68666669988

article 68666669989

article 68666669990

article 66666669901

article 66666669902

article 66666669903

article 66666669904

article 66666669905

article 66666669906

article 66666669907

article 66666669908

article 66666669909

article 66666669910

article 66666669911

article 66666669912

article 66666669913

article 66666669914

article 66666669915

article 66666669916

article 66666669917

article 66666669918

article 66666669919

article 66666669920

article 66666669921

article 66666669922

article 66666669923

article 66666669924

article 66666669925

article 66666669926

article 66666669927

article 66666669928

article 66666669929

article 66666669930

article 66666669931

article 66666669932

article 66666669933

article 66666669934

article 66666669935

article 66666669936

article 66666669937

article 66666669938

article 66666669939

article 66666669940

article 66666669941

article 66666669942

article 66666669943

article 66666669944

article 66666669945

article 66666669946

article 66666669947

article 66666669948

article 66666669949

article 66666669950

article 66666669951

article 66666669952

article 66666669953

article 66666669954

article 66666669955

article 66666669956

article 66666669957

article 66666669958

article 66666669959

article 66666669960

article 66666669961

article 66666669962

article 66666669963

article 66666669964

article 66666669965

article 66666669966

article 66666669967

article 66666669968

article 66666669969

article 66666669970

article 66666669971

article 66666669972

article 66666669973

article 66666669974

article 66666669975

article 66666669976

article 66666669977

article 66666669978

article 66666669979

article 66666669980

article 66666669981

article 66666669982

article 66666669983

article 66666669984

article 66666669985

article 66666669986

article 66666669987

article 66666669988

article 66666669989

article 66666669990

article 88888925

article 88888926

article 88888927

article 88888928

article 88888929

article 88888930

article 88888931

article 88888932

article 88888933

article 88888934

article 88888935

article 88888936

article 88888937

article 88888938

article 88888939

article 88888940

article 88888941

article 88888942

article 88888943

article 88888944

article 88888945

article 88888946

article 88888947

article 88888948

article 88888949

article 88888950

article 88888951

article 88888952

article 88888953

article 88888954

article 88888955

article 88888956

article 88888957

article 88888958

article 88888959

article 88888960

article 88888961

article 88888962

article 88888963

article 88888964

article 88888965

article 88888966

article 88888967

article 88888968

article 88888969

article 88888970

article 88888971

article 88888972

article 88888973

article 88888974

article 88888975

article 88888976

article 88888977

article 88888978

article 88888979

article 88888980

article 88888981

article 88888982

article 88888983

article 88888984

article 88888985

article 88888986

article 88888987

article 88888988

article 88888989

article 88888990

article 88888991

article 88888992

article 88888993

article 88888994

article 88888995

article 88888996

article 88888997

article 88888998

article 88888999

article 88889000

article 88889001

article 88889002

article 88889003

article 88889004

article 88889005

article 88889006

article 88889007

article 88889008

article 88889009

article 88889010

article 88889011

article 88889012

article 88889013

article 88889014

article 22220471

article 22220472

article 22220473

article 22220474

article 22220475

article 22220476

article 22220477

article 22220478

article 22220479

article 22220480

article 22220481

article 22220482

article 22220483

article 22220484

article 22220485

article 22220486

article 22220487

article 22220488

article 22220489

article 22220490

article 22220491

article 22220492

article 22220493

article 22220494

article 22220495

article 22220496

article 22220497

article 22220498

article 22220499

article 22220500

article 22220501

article 22220502

article 22220503

article 22220504

article 22220505

article 22220506

article 22220507

article 22220508

article 22220509

article 22220510

article 22220511

article 22220512

article 22220513

article 22220514

article 22220515

article 22220516

article 22220517

article 22220518

article 22220519

article 22220520

article 22220521

article 22220522

article 22220523

article 22220524

article 22220525

article 22220526

article 22220527

article 22220528

article 22220529

article 22220530

article 10000576

article 10000577

article 10000578

article 10000579

article 10000580

article 10000581

article 10000582

article 10000583

article 10000584

article 10000585

article 10000586

article 10000587

article 10000588

article 10000589

article 10000590

article 10000591

article 10000592

article 10000593

article 10000594

article 10000595

article 10000596

article 10000597

article 10000598

article 10000599

article 10000600

article 10000601

article 10000602

article 10000603

article 10000604

article 10000605

article 10000606

article 10000607

article 10000608

article 10000609

article 10000610

article 10000611

article 10000612

article 10000613

article 10000614

article 10000615

article 10000616

article 10000617

article 10000618

article 10000619

article 10000620

article 10000621

article 10000622

article 10000623

article 10000624

article 10000625

article 10000626

article 10000627

article 10000628

article 10000629

article 10000630

article 10000631

article 10000632

article 10000633

article 10000634

article 10000635

article 5500416

article 5500417

article 5500418

article 5500419

article 5500420

article 5500421

article 5500422

article 5500423

article 5500424

article 5500425

article 5500426

article 5500427

article 5500428

article 5500429

article 5500430

article 5500431

article 5500432

article 5500433

article 5500434

article 5500435

article 5500436

article 5500437

article 5500438

article 5500439

article 5500440

article 5500441

article 5500442

article 5500443

article 5500444

article 5500445

article 5500446

article 5500447

article 5500448

article 5500449

article 5500450

article 5500451

article 5500452

article 5500453

article 5500454

article 5500455

article 5500456

article 5500457

article 5500458

article 5500459

article 5500460

article 5500461

article 5500462

article 5500463

article 5500464

article 5500465

article 5500466

article 5500467

article 5500468

article 5500469

article 5500470

article 5500471

article 5500472

article 5500473

article 5500474

article 5500475

article 838000863

article 838000864

article 838000865

article 838000866

article 838000867

article 838000868

article 838000869

article 838000870

article 838000871

article 838000872

article 838000873

article 838000874

article 838000875

article 838000876

article 838000877

article 838000878

article 838000879

article 838000880

article 838000881

article 838000882

article 838000883

article 838000884

article 838000885

article 838000886

article 838000887

article 838000888

article 838000889

article 838000890

article 838000891

article 838000892

article 838000893

article 838000894

article 838000895

article 838000896

article 838000897

article 838000898

article 838000899

article 838000900

article 838000901

article 838000902

article 838000903

article 838000904

article 838000905

article 838000906

article 838000907

article 838000908

article 838000909

article 838000910

article 838000911

article 838000912

article 838000913

article 838000914

article 838000915

article 838000916

article 838000917

article 838000918

article 838000919

article 838000920

article 838000921

article 838000922

article 9998000776

article 9998000777

article 9998000778

article 9998000779

article 9998000780

article 9998000781

article 9998000782

article 9998000783

article 9998000784

article 9998000785

article 9998000786

article 9998000787

article 9998000788

article 9998000789

article 9998000790

article 9998000791

article 9998000792

article 9998000793

article 9998000794

article 9998000795

article 9998000796

article 9998000797

article 9998000798

article 9998000799

article 9998000800

article 9998000801

article 9998000802

article 9998000803

article 9998000804

article 9998000805

article 9998000806

article 9998000807

article 9998000808

article 9998000809

article 9998000810

article 9998000811

article 9998000812

article 9998000813

article 9998000814

article 9998000815

news-1701